Papandayan

Para pecinta alam pasti tidak asing lagi dengan kata papandayan. Nama sebuah gunung yang terletak di Garut ini mempunyai daya Tarik tersendiri, apalagi dengan adanya Hutan Mati yang menambah aura mistis dan romantis.

Oke gas blaaarr luurrrr..

Pada malam hari di tanggal 5 Februari, kami berangkat dari kampus ganesa.  Sekitar pukul 22.00 kami berangkat menuju garut, tepatnya gunung Papandayan. Bagi saya yang pemula dalam hal mendaki gunung, tentu sangat deg-degan kala itu. Sekitar pukul 00.30 kami sampai di jalan yang sempit menuju gerbang kawasan. Disitu salah satu dari kami terpaksa harus mendorong sepeda motor karena ban belakang motornya bocor.

Pukul 01.00 kami sampai di basecamp pendakian gunung Papandayan. Kami beristirahat sejenak sambil makan gorengan dan duduk seraya mengobrol. 02.15 kami bersiap untuk mendaki gunung Papandayan. Di situ saya pribadi agak deg-degan karena ini kali pertama saya mendaki gunung. Kami berdoa dulu. Kemudian kami langsung cus berangkat. Kami disambut dengan bau belerang dari kawah yang ada tepat di sebelah kiri perjalanan kami. Saat itu kondisi gelap hanya senter yang memberi penerangan pada kita. Jalanan berupa pasir dan batu. 03.15 kami sampai di warung. Kami tidur sampai 03.30.

Kemudian kami melanjutkan perjalanan menuju hutan mati. Sebenarnya tidak diperbolehkan untuk langsung naik melewati hutan mati. Dikarenakan mengejar sunrise, kamipun melanggar. hehehe,,, maklum. Cepat saja kami sampai di hutan mati. Angin berhembus sangat kencang. Kami duduk-duduk sambil memandangi gemerlap lampu kota.

SAMSUNG CSC
Foto dari Hutan Mati
SAMSUNG CSC
Sunrise dari Hutan Mati

Setelah melihat jam ternyata sudah subuh. Kami sholat subuh bersama-sama. Dingin bener euy…. hihihihi… badan gemetar semua. Setelah itu kami foto-foto bersama sunrise. Sungguh pemandangan yang sangat memukau.

img_20160206_062319
Toni-Najit-Aji-Ardi-Dinda-Pejuang Mama-Nashih (Sebagian Widya Kelana ITB 2014)

 

img_20160206_063742
Hutan Mati Gunung Papandayan

 

Setelah itu kami terbagi menjadi 2. Pertama menuju ke tegal alun, yang kedua ke pondok saladah.. Hehehehe,, kebetulan saya ikut yang ke tegalalun. Kami berjalan melewati hutan mati dan menaiki lereng menuju puncak tegalalun.

DCIM100MEDIA
Perjalanan Menuju ke Tegal Alun

 

DCIM100MEDIA
Kondisi Jalur Menuju Tegal Alun

 

Kami berjalan melewati hutan mati dan menaiki lereng menuju puncak tegalalun. Setelah berjalan cukup lama dan kesusahan,, ternyata jalan yang kita lalui salah. Kami memutuskan untuk membatalkan pergi ke tegalalun. Sampai dibawah lereng ada yang mengajak kami untuk naik ke tegalalun.. Kami pun mau dan menuju ke tegal alun…

Jalanan datar dan sedikit menanjak. Sangat berbanding terbalik dengan jalanan yang salah sebelumnya. Setelah berjalan sekitar 1 jam kami akhirnya sampai ke tegal alun… Disana kami melihat padang bunga edelweis.. Hm.. kamipun langsung gas untuk foto-foto lagiiiiiii. Sangat menakjubkan dan sangat membahagiakan.

SAMSUNG CSC
Tegal Alun Gunung Papandayan

Puas foto-foto kami memutuskan untuk turun ke Basecamp karena sudah siang dan capek juga,,,,

“Segalanya butuh proses…..”

Mt. Papandayan

05/06 Februari 2016.
Widya Kelana ITB

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s